STT Setia

Seminar Akademik Dies Natalis ke-39 STT SETIA Jakarta Angkat Isu Kabar Baik, Kepemimpinan Kristen, dan Transformasi Pendidikan

Jakarta, 27 Mei 2026

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-39 Sekolah Tinggi Teologi (STT) SETIA Jakarta, Program Studi Teologi dan Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) menyelenggarakan Seminar Akademik yang menghadirkan para dosen, peneliti, dan akademisi untuk mendiskusikan berbagai isu strategis yang dihadapi gereja dan dunia pendidikan Kristen pada era kontemporer.

Seminar dibuka oleh Ketua STT SETIA Jakarta oleh Dr. Moses Wibowo, M.Th., MA. Kegiatan yang berlangsung di Aula Patmos STT SETIA Jakarta ini menjadi wadah ilmiah untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus memperkuat kontribusi teologi dan pendidikan Kristen dalam menjawab tantangan zaman. Seminar diikuti oleh mahasiswa STT SETIA Jakarta yang berjumlah 286 orang dan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pertama oleh Program Studi Teologi pada pukul 09.00–12.00 WIB dan sesi kedua oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada pukul 13.00–16.00 WIB. Seminar dipandu oleh moderator: Eniwati Zebua, M.Pd

Sesi Program Studi Teologi

Pada sesi pertama, para peserta diajak untuk merefleksikan berbagai tantangan misi dan kehidupan gereja masa kini melalui tiga topik yang relevan.

– Dr. Yeremia Hia, M.Th. membuka sesi dengan membawakan materi berjudul “Penginjilan kepada Kaum Apatis: Penerapan Prinsip Fleksibilitas dari 1 Korintus 9:19–27.” Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya pendekatan misi yang kontekstual dan adaptif tanpa mengorbankan kebenaran Injil, sebagaimana dicontohkan oleh Rasul Paulus dalam pelayanannya.

Selanjutnya, Rendi Risky Laowo mempresentasikan topik “Kesaksian Injil di Era Post-Truth: Tantangan bagi Misi Kristen.” Materi ini mengajak peserta memahami dinamika budaya post-truth yang ditandai oleh dominasi opini, emosi, dan informasi yang tidak selalu berlandaskan fakta, serta implikasinya bagi pemberitaan Injil di tengah masyarakat modern. Di tengah situasi tersebut, gereja dipanggil menghadirkan Injil sebagai public truth yang menyatakan kebenaran Kristus secara relasional, etis, dan publik. Panggilan tersebut diwujudkan melalui integrasi ortodoksi, ortopraksi, dan ortopati sebagai kesatuan kesaksian iman Kristen di era post-truth.

 

Sesi Teologi ditutup oleh Yasrin Mesalayuk dengan tema “Kemakmuran Palsu dan Krisis Injil Kristus.” Melalui kajian teologis yang kritis, peserta diajak mengevaluasi berbagai bentuk penyimpangan ajaran yang menempatkan kemakmuran materi sebagai pusat iman Kristen, sehingga berpotensi mengaburkan pesan Injil yang sejati.

Sesi Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK)

Pada sesi siang hari, seminar dilanjutkan dengan berbagai pembahasan yang berfokus pada pendidikan, kepemimpinan, dan transformasi sosial.

Dr. Dyulius Th. Bilo, M.Pd., M.Th. menyampaikan materi berjudul “Analisis Pengembangan Kurikulum dan Filsafat Kristen: Bergerak Melalui ‘Liminal Spaces’ Menuju Transformasi Diri Berdasarkan Yohanes 21:1–19.” Presentasi ini menyoroti pentingnya proses transformasi diri di masa-masa transisi “liminal spaces” dalam pendidikan Kristen melalui refleksi filosofis dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Berikutnya, Dr. Semuel Linggi Topaung, MAP membahas topik “Dari Kampus Teologi ke Ruang Publik: Membangun Kepemimpinan Kristen dalam Politik.” Materi ini menegaskan bahwa pendidikan teologi tidak hanya mempersiapkan pemimpin gereja, tetapi juga membentuk pemimpin Kristen yang mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seminar kemudian ditutup oleh Harun Puling melalui presentasi berjudul “Rekonseptualisasi Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Teologi Kontekstual di Tengah Arus Sekularisasi Modern.” Dalam pembahasannya, ia mengajak peserta untuk memikirkan kembali model pendidikan Kristen yang mampu menjawab tantangan sekularisasi tanpa kehilangan identitas teologisnya.

Melalui seminar akademik ini, STT SETIA Jakarta meneguhkan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya akademik yang kritis, reflektif, dan relevan dengan kebutuhan gereja serta masyarakat. Berbagai topik yang diangkat menunjukkan bahwa teologi dan pendidikan Kristen memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan misi, pembentukan karakter, kepemimpinan publik, dan transformasi sosial pada abad ke-21.

Sejalan dengan tema besar Dies Natalis ke-39 yaitu “Dibenarkan oleh Iman, Dimampukan Berjalan Dalam Kebenaran (Roma 5:1 & 3 Yohanes 1:4)”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan, pelayanan gerejawi, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus kepada Kristus. Diharapkan hasil-hasil pemikiran yang disampaikan dalam seminar ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan teologi dan pendidikan Kristen di Indonesia.